Ust. Ivan Habibi S.Kom
Generasi Stroberi
Fenomena yang banyak dijumpai sekarang, dimana anak terlihat kuat tapi secara menta gampang menyerah rapuh.
Faktor-faktor :
- perubahan sosial dan lingkungan yang cepat
- media sosial
- pola asuh orang tua
- Perubahan sosial dan lingkungan yang cepat
proses berubahnya tatanan atau struktur dalam masyarajat yang memperngaruhi sistem sosial
Struktur(Pola Pikir, Sikap, Nilai nilai dalam kehidupan)
contoh : makan banyaknya anak-anak yang ketergantungan dengan gadget (HP), sampai mengerjakan tugaspun menggunakan aplikasi (AI) - Media Sosial
dengan banyaknya media sosial mendorong seorang anak lebih berkreasi namun adakalanya pengaruh medsos memberikan gambaran yang tidak realistis dan langsung membandingkan dengan diri sendiri, sehingga meningkatkan kecemasan dan stress karena merasa tidak cukup - Pola Asuh
Gaya pengasuhan yang terlalu protektif dan permisif dimana orang tua melindungi anak secara berlebihan dari kesulitan, kegagalan dan kekecewaan
Sehingga anak menjadi rapuh, mudah menyerah dan sulit mandiri. Emosinya sering ridak terkontrol krena terbiasa mendapatkan segalanya tanpa usaha
Metode Pembelajaran yang tepat/Deep Learning
- Sadar - mindfull
- Bermakna - meaningfull
- Bahagia - Joyfull
- Sadar/ Mindfull
adalah tentang berada di"sini" dan "sekarang" saat belajar, bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mengatur nafas sebelum belajar untuk menenangkan pikiran
Dengan berkesadaran dapat meningkatkan konsentrasi dan mengurangi stres sehingga lebih mudah menterap informasi
tanya diri sendiri "mengapa aku perlu memahami ini ?"
ketika tahu alasannya maka belajar menjadi lebih terarah - Bermakna/Meaningfull
ketika materi terasa bermakna, otak akan lebih mudah menyimpannya dalam memori jangka panjang
Belajar paling penting adalah ketika kita bisa menghubungkan informasi baru dengan pengertian dan pengalam yang sudah ada
contoh : saat belajar ekonomi, hubungkan dengan cara mengelola uang jajan
dengan cara ini, ilmu tidak hanya materi/teori dibuku tapi juga sesuatu yang hidup di keseharian - Menggembirakan / Joyfull
belajar itu ga harus membosankan ketika kita menikmati apa yang dipelajari, ilmu mudah nempel
Teladan pengasuhan dari kisah para nabi
*. Nabi Yakub (sebagai Ayah)
keberhasilan mendidik nabbi yakub dapat dilihat pada detail Alqur'an yang menggambarkan sifat salah satu putranya nabi Yusuf
dari kisah nabi Yakub dapat memperoleh cara pengasuhan kepada anak kita
- Mendeteksi kemampuan anak (ketika nabi Yusuf menceritakan tentang mimpinya)
- Menyadari kemampuan lahir dari Allah (setiap anak tidak harus sama, tidak menjadikan perdaan dalam memberikan kasih sayang kepada yang satu dengan yang lain)
- Proteksi (memberikan perlindungan yang tepat kepada anaknya)
- Sugesti (berhubungan dengan rasa nyaman seseorang ketika mencurahkan sesuatu karena perasaan nyaman), sugesti dari orang yang kita jadikan tempat curhat
Seorang anak akan mendapatkan figur sang ayah sebgai tempat ternyaman untuk bercerita, tidak seperti yang terjadi saat ini curhatan seorang anak lebih nyaman kepada teman bahkan sosmed
teladan pengasuhan nabi Ya'kub tidak hanya kepada nabi Yusuf, tetapi untuk semua anak-anaknya. Nabi Yakub memberikan perhatian, nasihat dan kasih sayang yang sama untuk semua putranya.
Kisah Nabi Yu'kub melarang nabi Yusuf untuk menceritakan mimpinya kepada saudar-saudaranya, bukan berarti ia membenci atau membedakan melainkan beliau sebagai seorang ayah yang memahami karekter masing-masing anaknya, berusaha menghindari kebencian diantra mereka.
Nabi Yusuf dikenal sebgai sosok yang pintar, taat, berbakti kepada orangtuannya dapat mengendalikan nafsu dan menjada kehormatan dirinya, bijaksana, pemaaf, dan memiliki visi akan masa depan
